Demi masa {1} Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian {2} kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran {3} (Q.S Al-Ashr ayat 1-3) . April 2012 ~ ROHIS SMANTIG

ROHIS IKHWAN

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki

ROHIS AKHWAT

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki.

As-Shalatu Jami'ah

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki.

Pelatihan TKBR

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki

Tarbiyah

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki

Smantig

Bersatu dan tingkatkan ukhuwah islamiyah menuju masa depan hakiki

Saturday, April 28, 2012

Headline News

Insya Allah ROHIS akan melaksanakan kegiatan " Training Spiritual Quantum" bekerjasama dengan FUMMIWA " Forum Mahasiswa Muslim Wajo" yang diaman kegiatan tersebut merupakan kegiatan pelatihan spiritual buat generasi muda khususnya pelajar di SMAN 3 itu sendiri.Jumlah pesertanya terbatas yaitu 60 orang yang di mana akan dilaksankan insya Allah hari ahad,6 mei 2012 di mesjid sekolah.(Kontribusi peserta Rp. 15.000 untuk komsumsi"

tertanda Pengurus harian ROHIS

Monday, April 23, 2012

Buah Manis Berbaik Sangka Pada Allah


Buah Manis Berbaik Sangka Pada AllahSaudara, terkadang kita tidak menyadari mengapa hidup yang kita jalani ada kalanya terasa rumit. karena manusia memang tidak akan pernah terlepas dari ujian dan cobaan selama di masih diberikan nafas untuk terus hidup oleh Yang Maha Pemberi Hidup. Namun tidak selayaknya kerumitan hidup yang kita alami justru akan membuat pandangan kita terhadap masa depan menjadi sempit. Mengeluh dan merasa berat dengan beban hidup yang kita pikul sebenarnya adalah awal usaha kita untuk lebih memperberatnya. Ibarat dua orang yang sedang berjalan di bawah terik sinar matahari sambil memikul tas berukuran besar yang memiliki muatan yang cukup berat, meraka berdua memiliki kecepatan yang sama dalam berjalan serta jarak yang sama pula yang harus mereka tempuh. Tapi mengapa salah satu dari kedua orang tersebut mampu menyelesaikan perjalanannya dengan mudah, sedangkan yang satu lagi malah terlihat berat dan penuh keluhan untuk menyelesaikannya???

Ternyata jawabannya adalah, orang yang dengan mudah menyelesaikan perjalanan tersebut tidak sepenuhnya terfokus pada tempat yang ia tuju, akan tetapi ia menyelingi perjalanannya dengan memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya, sehingga tanpa sadar ia sudah sampai di tempat tujuannya. Sedangkan orang yang merasa berat untuk menempuh perjalanan tersebut disebabkan karena ia terlalu fokus terhadap tujuannya, sampai pada saat kepenatan dalam pikirannya mulai muncul maka yang akan ia rasakan adalah bosan dan putus asa, dan akhirnya ia mulai merasa tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan tersebut.

Begitu juga dengan hidup, ketika suatu ujian atau cobaan datang menghampiri hidup kita dan menguji keimanan kita, seharusnya kita masih mampu melihat sekeliling kita. Bahwa masih banyak orang yang memiliki beban hidup yang jauh lebih berat dari pada yang kita pikul, sehingga tanpa kita sadari beban yang kita rasakan akan jauh terasa ringan. Pola pikir semacam itu akan memberi dampak bertambahnya rasa syukur kita kepada Allah -Ta'ala-, yang dengan itu perlahan-lahan pintu penyelesaian itu akan terbuka. Karena rasa syukur yang kita tanamkan pada diri kita sebenarnya adalah suatu sikap positive yang kita kirimkan kepada segala sesuatu yang ada di sekitar kita, sehingga dengan izin Allah semua yang ada di sekitar kita akan dirancang untuk mempermudah urusan kita.

Dan salah satu faktor yang mendorong timbulnya rasa syukur kita pada Allah adalah berbaik sangka atau husnudzon terhadap ketentuan Allah. Karena dengan hal itulah kita dapat berfikir bahwasanya dibalik semua permasalahan yang Allah berikan kepada kita, ada sebuah hikmah yang ingin Allah tampakkan dihadapan kita. Dan terlepas dari segala kemudahan yang telah Allah janjikan setelah kesulitan, maka hikmah adalah sebuah kenikmatan yang lebih utama, karena dengan mengetahui hikmah dari sebuah ujian hidup kita dapat mengerti hakikat hidup yang dirancang Allah untuk kita, dan jika kita telah mengetahui apa hakikat hidup itu, InsyaALLAH kita dapat lebih bijak dalam menghadapi berbagai macam persoalan kehidupan.

Allah -Ta'ala- pun memerintahkan kita agar senantiasa berhusnudzon kepadaNya, sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi:

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :( قال الله تعالى) انا عند ظن عبدى

Artinya : Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : (Allah -Ta'ala- Berfirman)"Aku tergantung pada prasangka hambaKu...."

Maknanya ialah jika kita menaruh prasangka yang baik kepada Allah,maka InsyaALLAH, Allah akan memberikan kemudahan atas segala permasalahan yang kita hadapi.

Sadaraku, satu hal yang perlu kita sadari dan kita yakini,suatu masalah yang datang menghampiri hidup kita sebenarnya adalah sebuah proses yang dirancang oleh Allah untuk menaikkan derajat kita di mataNya apabila kita menyikapinya dengan senantiasa berbaik sangka pada Allah. Ibarat seorang anak yang sedang belajar di sebuah sekolah, ia tidak akan pernah merasakan nikmatnya naik kelas jika ia tidak menjalani ujian kenaikan kelas. Begitu pula dengan hidup kita, jika Allah menginginkan hambanya menjadi manusia yang memiliki derajat yang lebih mulia disisiNya,maka Allah akan menguji kita terlebih dahulu sebelum memberikan kesempatan pada kita untuk memetik manisnya kehidupan setelah melewati berbagai macam ujian.

Tuesday, April 17, 2012

Nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya

Setiap orang tua pastilah menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang baik, tidak hanya baik kepada keluarga akan tetapi baik juga kepada semua orang. menjadi anak yang taat ketika masih kecil, dan menjadi anak yang berbakti ketika telah dewasa. itu adalah impian utama para orang tua.

Allah memberi contoh sesosok seorang ayah dan orang tua agar menjadi panutan para ayah dan orang tua yang lainnya. Allah menjadikan Luqman Al-Hakim sebagai sosok orang tua panutan dan mencantumkan kisahnya dalam Al-Qur'an. bahkan Allah mengabadikan namanya menjadi sebuah nama surat dalam Al-Qur'an yaitu surat Luqman (surat ke 31).

Dan diantara kisah-kisah tentang Luqman Al-Hakim, secara khusus Allah mencantumkan nasehat Luqman kepada anaknya dalam firman-Nya :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya : "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS Luqman : 13)

Pertama yang Luqman nasehatkan kepada anaknya adalah tentang tauhid. yaitu mengesakan Allah dengan ibadah dan cinta, bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi dan satu-satunya yang dicintai, sedangkan cinta kepada yang lainnya hanyalah praktek dari perintah Allah untuk mencintai yang lainnya. dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.

Kemudian Luqman melanjutkan nasehatnya :

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16) يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17) وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Artinya : "(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut lagi Maha Mengetahui. (16) Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (17) Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (18) Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (19)" (QS Luqman : 16-19)

Dalam nasehatnya kepada anaknya, Luqman membekali anaknya dengan didikan iman dan adab. pada ayat 16 dan 17 diatas, Luqman menasehati anaknya tentang bagaimana ketika hendak melakukan sebuah perbuatan haruslah ingat bahwa setiap perbuatan baik atau buruk pasti akan dibalas oleh Allah. dan kemudian Luqman memerintahkan anaknya untuk beribadah dalam bentuk sholat, memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk, dan sabar atas apa-apa yang menimpa. inilah pendidikan iman yang Luqman tanamkan kepada anaknya.

Dan pada ayat 18-19, Luqman menasehati anaknya agar tidak sombong yaitu dengan merendahkan atau menganggap remeh orang lain, dan mengajarinya bagaimana cara berjalan yang baik dan bertutur kata yang santun. ini adalah pendidikan adab yang Luqman ajarkan kepada anaknya.

Kita para orang tua, sudahkah kita membekali anak-anak kita sebagaimana yang Luqman bekalkan kepada anaknya? apakah kita lebih takut jika anak kita nantinya tidak bisa makan dari pada takut jika anak kita akan mensekutukan Allah? dan sudahkah kita tanamkan pada diri anak-anak kita untuk selalu bersikap baik dan santun kepada siapa saja?

Baik buruknya mereka adalah hasil bagaimana cara kita mendidik dan mengarahkan mereka, bukan hasil dari sekolah atau yang lainnya. karena mereka adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Sumber : artikelislami.com

Thursday, April 5, 2012

Headline News

Alhamdulillahi rabbil alamin,baru saja terealisasi kegiatan rohis yaitu tausyiah dan dzikir bersama untuk siswa kelas tiga yang hendak menghadapai ujian yang mengangkat tema " Jernihkan fikiran lewat tausyiah,bersihkan hati dengan dzikir,dan bertawakkal kpada ilahi, " dan semoga dengan mengikuti kegiatan ini seluruh siswa kelas tiga SMANTIG mudah-mudahan lulus 100 %,Amien