sumber : artikelislami.com

Saudara,
terkadang kita tidak menyadari mengapa hidup yang kita jalani ada
kalanya terasa rumit. karena manusia memang tidak akan pernah terlepas
dari ujian dan cobaan selama di masih diberikan nafas untuk terus hidup
oleh Yang Maha Pemberi Hidup. Namun tidak selayaknya kerumitan hidup
yang kita alami justru akan membuat pandangan kita terhadap masa depan
menjadi sempit. Mengeluh dan merasa berat dengan beban hidup yang kita
pikul sebenarnya adalah awal usaha kita untuk lebih memperberatnya.
Ibarat dua orang yang sedang berjalan di bawah terik sinar matahari
sambil memikul tas berukuran besar yang memiliki muatan yang cukup
berat, meraka berdua memiliki kecepatan yang sama dalam berjalan serta
jarak yang sama pula yang harus mereka tempuh. Tapi mengapa salah satu
dari kedua orang tersebut mampu menyelesaikan perjalanannya dengan
mudah, sedangkan yang satu lagi malah terlihat berat dan penuh keluhan
untuk menyelesaikannya???
Ternyata jawabannya adalah, orang yang
dengan mudah menyelesaikan perjalanan tersebut tidak sepenuhnya terfokus
pada tempat yang ia tuju, akan tetapi ia menyelingi perjalanannya
dengan memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya, sehingga tanpa sadar
ia sudah sampai di tempat tujuannya. Sedangkan orang yang merasa berat
untuk menempuh perjalanan tersebut disebabkan karena ia terlalu fokus
terhadap tujuannya, sampai pada saat kepenatan dalam pikirannya mulai
muncul maka yang akan ia rasakan adalah bosan dan putus asa, dan
akhirnya ia mulai merasa tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan
tersebut.
Begitu juga dengan hidup, ketika suatu ujian atau
cobaan datang menghampiri hidup kita dan menguji keimanan kita,
seharusnya kita masih mampu melihat sekeliling kita. Bahwa masih banyak
orang yang memiliki beban hidup yang jauh lebih berat dari pada yang
kita pikul, sehingga tanpa kita sadari beban yang kita rasakan akan jauh
terasa ringan. Pola pikir semacam itu akan memberi dampak bertambahnya
rasa syukur kita kepada Allah -Ta'ala-, yang dengan itu perlahan-lahan
pintu penyelesaian itu akan terbuka. Karena rasa syukur yang kita
tanamkan pada diri kita sebenarnya adalah suatu sikap positive yang kita
kirimkan kepada segala sesuatu yang ada di sekitar kita, sehingga
dengan izin Allah semua yang ada di sekitar kita akan dirancang untuk
mempermudah urusan kita.
Dan salah satu faktor yang mendorong timbulnya rasa syukur kita pada Allah adalah
berbaik sangka
atau husnudzon terhadap ketentuan Allah. Karena dengan hal itulah kita
dapat berfikir bahwasanya dibalik semua permasalahan yang Allah berikan
kepada kita, ada sebuah hikmah yang ingin Allah tampakkan dihadapan
kita. Dan terlepas dari segala kemudahan yang telah Allah janjikan
setelah kesulitan, maka hikmah adalah sebuah kenikmatan yang lebih
utama, karena dengan mengetahui hikmah dari sebuah ujian hidup kita
dapat mengerti hakikat hidup yang dirancang Allah untuk kita, dan jika
kita telah mengetahui apa hakikat hidup itu, InsyaALLAH kita dapat lebih
bijak dalam menghadapi berbagai macam persoalan kehidupan.
Allah
-Ta'ala- pun memerintahkan kita agar senantiasa berhusnudzon kepadaNya,
sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi:
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :( قال الله تعالى) انا عند ظن عبدى
Artinya
: Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : (Allah -Ta'ala-
Berfirman)"Aku tergantung pada prasangka hambaKu...."
Maknanya
ialah jika kita menaruh prasangka yang baik kepada Allah,maka
InsyaALLAH, Allah akan memberikan kemudahan atas segala permasalahan
yang kita hadapi.
Sadaraku, satu hal yang perlu kita sadari dan
kita yakini,suatu masalah yang datang menghampiri hidup kita sebenarnya
adalah sebuah proses yang dirancang oleh Allah untuk menaikkan derajat
kita di mataNya apabila kita menyikapinya dengan senantiasa
berbaik sangka pada Allah.
Ibarat seorang anak yang sedang belajar di sebuah sekolah, ia tidak
akan pernah merasakan nikmatnya naik kelas jika ia tidak menjalani ujian
kenaikan kelas. Begitu pula dengan hidup kita, jika Allah menginginkan
hambanya menjadi manusia yang memiliki derajat yang lebih mulia
disisiNya,maka Allah akan menguji kita terlebih dahulu sebelum
memberikan kesempatan pada kita untuk
memetik manisnya kehidupan setelah melewati berbagai macam ujian.